Hoax atau fakta !! BUMI DATAR

Hoax atau fakta !! BUMI DATAR
Perlu diketahui bahwa ada klaim ijma’ dari sebagian ulama bahwa bumi itu bulat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,
ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺑﻮ ﺍﻟﺤﺴﻴﻦ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺟﻌﻔﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﻤﻨﺎﺩﻱ ﻣﻦ ﺃﻋﻴﺎﻥ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺍﻟﻤﺸﻬﻮﺭﻳﻦ ﺑﻤﻌﺮﻓﺔ ﺍﻵﺛﺎﺭ ﻭﺍﻟﺘﺼﺎﻧﻴﻒ ﺍﻟﻜﺒﺎﺭ ﻓﻲ ﻓﻨﻮﻥ ﺍﻟﻌﻠﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻨﻴﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻄﺒﻘﺔ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺃﺣﻤﺪ : ﻻ ﺧﻼﻑ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺃﻥ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﻣﺜﺎﻝ ﺍﻟﻜﺮﺓ ……
ﻗﺎﻝ : ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺃﺟﻤﻌﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺍﻷﺭﺽ ﺑﺠﻤﻴﻊ ﺣﺮﻛﺎﺗﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﺮ ﻭﺍﻟﺒﺤﺮ ﻣﺜﻞ ﺍﻟﻜﺮﺓ . ﻗﺎﻝ : ﻭﻳﺪﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻭﺍﻟﻘﻤﺮ ﻭﺍﻟﻜﻮﺍﻛﺐ ﻻ ﻳﻮﺟﺪ ﻃﻠﻮﻋﻬﺎ ﻭﻏﺮﻭﺑﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺟﻤﻴﻊ ﻣﻦ ﻓﻲ ﻧﻮﺍﺣﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻓﻲ ﻭﻗﺖ ﻭﺍﺣﺪ ، ﺑﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺸﺮﻕ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻤﻐﺮﺏ
“Telah berkata Imam Abul Husain Ibnul Munadi
rahimahullah termasuk ulama terkenal dalam pengetahuannya terhadap atsar-atsar dan kitab-kitab besar pada cabang-cabang ilmu agama, yang termasuk dalam thabaqah/tingkatan kedua ulama dari pengikut imam Ahmad: “Tidak ada perselisihan di antara para ulama bahwa langit itu seperti bola
Beliau juga berkata: “Demikian pula mereka telah bersepakat bahwa bumi ini dengan seluruh pergerakannya baik itu di daratan maupun lautan, seperti bola
Beliau berkata lagi: “Dalilnya adalah matahari , bulan dan bintang-bintang tidak terbit dan tenggelam pada semua penjuru bumi dalam satu waktu, akan tetapi terbit di timur dahulu sebelum terbit di bara”

1. Demikian juga Ibnu Hazm rahimahullah berkata,
ﺃﻥ ﺃﺣﺪ ﻣﻦ ﺃﺋﻤﺔ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺍﻟﻤﺴﺘﺤﻘﻴﻦ ﻹﺳﻢ ﺍﻹﻣﺎﻣﺔ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﻟﻢ ﻳﻨﻜﺮﻭﺍ ﺗﻜﻮﻳﺮ ﺍﻷﺭﺽ ﻭﻻ ﻳﺤﻔﻆ ﻷﺣﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﻓﻲ ﺩﻓﻌﻪ ﻛﻠﻤﺔ ﺑﻞ ﺍﻟﺒﺮﺍﻫﻴﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ ﻗﺪ ﺟﺎﺀﺕ ﺑﺘﻜﻮﻳﺮﻫﺎ
“Para Imam kaum muslimin yang berhak mendapar gelar imam radhiallahu anhum tidak mengingkari bahwa bumi itu bulat. Tidak pula diketahui dari mereka yang membantah sama sekali, bahkan bukti-bukti dari Al-Quran dan Sunnah membuktikan bahwa bumi itu bulat”

2. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,
ﻓﻲ ﻛﻮﻥ ﺍﻷﻓﻼﻙ ﻛﺮﻭﻳﺔ ﺍﻟﺸﻜﻞ ﻭﺍﻷﺭﺽ ﻛﺬﻟﻚ ﻭﺃﻥ ﻧﻮﺭ ﺍﻟﻘﻤﺮ ﻣﺴﺘﻔﺎﺩ ﻣﻦ ﻧﻮﺭ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻭﺃﻥ ﺍﻟﻜﺴﻮﻑ ﺍﻟﻘﻤﺮﻯ ﻋﺒﺎﺭﺓ ﻋﻦ ﺍﻧﻤﺤﺎﺀ ﺿﻮﺀ ﺍﻟﻘﻤﺮ ﺑﺘﻮﺳﻂ ﺍﻷﺭﺽ ﺑﻴﻨﻪ ﻭﺑﻴﻦ ﺍﻟﺸﻤﺲ
“Bahkan alam semesta dan bumi betuknya adalah bola, demikian juga penjelasan bahwa cahaya bulan berasal dari pantulan sinar matahari dan gerhana bulan terjadi karena cahaya bulan terhalang oleh bumi yang terletak antara bulan dan matahari”

3. Demikian juga pendapat bahwa beberapa ulama kontemporer seperti Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dan ulama lainnya.
BATALNYA KLAIM IJMA’
Perlu diketahui juga bawa ada beberapa ulama ada yang menafikan bahwa bumi itu bulat seperti Al-Qahthaniy Al-Andalusy dalam kitab Nuniyah -nya,
ﻛﺬﺏ ﺍﻟﻤﻬﻨﺪﺱ ﻭﺍﻟﻤﻨﺠﻢ ﻣﺜﻠﻪ … ﻓﻬﻤﺎ ﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺪﻋﻴﺎﻥ
ﺍﻷﺭﺽ ﻋﻨﺪ ﻛﻠﻴﻬﻤﺎ ﻛﺮﻭﻳﺔ … ﻭﻫﻤﺎ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﻣﻘﺘﺮﻧﺎﻥ
ﻭﺍﻷﺭﺽ ﻋﻨﺪ ﺃﻭﻟﻲ ﺍﻟﻨﻬﻰ ﻟﺴﻄﻴﺤﺔ … ﺑﺪﻟﻴﻞ ﺻﺪﻕ ﻭﺍﺿﺢ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ
“Telah berbohong ilmuan dan astronom yang semisal … mereka mengklaim atas ilmu Allah”
“Bumi menurut mereka bulat … mereka bergandengan dengan pendapat ini”
“Bumi menurut ahli ilmu agama adalah datar … dengan dalil yang jelas dari Al-Quran”

4. Demikian juga dalam Tafsir Jalalain , ketika menafsirkan ayat
ﻭَﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻛَﻴْﻒَ ﺳُﻄِﺤَﺖْ
“ Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? ” (Al-Ghaasyiyah: 20).
Dijelaskan bahwa dzahir ayat bumi itu ( ﺳُﻄِﺤَﺖْ) “ sutihat” menunjukkan bumi itu (ﺳﻄﺤﻴﺔ) “ sathiyyah ” yaitu bulat, dalam tafsir dijelaskan,
ﺳﻄﺤﺖ ﻇﺎﻫﺮ ﻓﻲ ﺃﻥ ﺍﻷﺭﺽ ﺳﻄﺢ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﻋﻠﻤﺎﺀ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﻻ ﻛﺮﺓ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻟﻪ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻬﻴﺌﺔ
“Makna ‘ sutihat’ zahirnya menunjukkan bahwa bumi itu datar dan dijelaskan oleh ulama, bukan bulat sebagaimana dikatakan oleh ahli astronom”

5. Demikian juga Al-Qurthubi dalam tafsirnya, membantah bahwa bumi bulat, ketika menafsirkan ayat,
ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽَ ﻣَﺪَﺩْﻧَﺎﻫَﺎ ﻭَﺃَﻟْﻘَﻴْﻨَﺎ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺭَﻭَﺍﺳِﻲَ ﻭَﺃَﻧْﺒَﺘْﻨَﺎ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻣَﻮْﺯُﻭﻥٍ
“ Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran” (Al-Hijr: 19).
Beliau Al-Qurthubi berkata,
ﻭﻫﻮ ﻳﺮﺩ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺯﻋﻢ ﺃﻧﻬﺎ ﻛﺎﻟﻜﺮﺓ
“Ini adalah bantahan bagi mereka yang menyangka bahwa bumi itu seperti bola”

6. Dari sini kita ketahui bahwa ada ulama yang menyelisihi klaim ijma’ yang disebutkan di atas.
DALIL-DALIL YANG DIGUNAKAN KEDUA PENDAPAT, DARI AL-QURAN DAN AS SUNNAH
Masing-masing pendapat yang ada berdalil dengan Al Quran dan Sunnah dan saling membantah. Jika membahas dalil-dalil mereka maka cukup panjang, maka kita beri beberapa contoh saja:
1) Dalil bahwa bumi itu bulat menurut pro bumi bulat, surat Az Zumar ayat 5
Allah berfirman,
ﻳُﻜَﻮِّﺭُ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻭَﻳُﻜَﻮِّﺭُ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ
“ Dia menutupkan/menggilirkan (takwrir) malam atas siang dan menutupkan/menggilirkan siang atas malam ” (Az-Zumar : 5).
Pro bumi bulat berkata bahwa takwir itu bermakna lingkaran atau melingkari, misalnya melingkari penutup kepala imamah, karenanya bumi itu bulat-bola bergantian siang dan malam.
Pro bumi datar membantah bahwa justru itu dalil bahwa bumi itu datar dan berbentuk lingkaran (piring bulat), matahari dan bulan berputar melingkar di atas bumi dan menggantikan siang dan malam.
2) Dalil bumi itu datar menurut pro bumi datar, surat At Thur ayat 6
Yaitu posisi baitul makmur (ka’bah penduduk langit) yang berada tepat sejajar di atas ka’bah dunia di Mekkah
ﻭَﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ ﺍﻟْﻤَﻌْﻤُﻮﺭِْ ﻭَﺍﻟﺴَّﻘْﻒِ ﺍﻟْﻤَﺮْﻓُﻮﻉِْ . ﻭَﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠُﻮﺭِ
“ dan demi Baitul Ma’mur , dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api,” (QS. At-Thur: 4-6)
Al-Baghawi rahimahullah berkata,
” ﻭﺍﻟﺒﻴﺖ ﺍﻟﻤﻌﻤﻮﺭ “ ، ﺑﻜﺜﺮﺓ ﺍﻟﻐﺎﺷﻴﺔ ﻭﺍﻷﻫﻞ، ﻭﻫﻮ ﺑﻴﺖ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﺣﺬﺍﺀ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﺑﺤﻴﺎﻝ ﺍﻟﻜﻌﺒﺔ
“ Baitul Makmur: banyaknya yang memenuhi dan penduduknya, yaitu rumah di langit sekitar ‘Arsy dan sejajar dengan Ka’bah bumi”

7. Pro bumi datar berkata: “Bagaimana mungkin bumi bulat-bola dan berputar kemudian baitul makmur sejajar dengan baitullah di Mekkah, bagaimana bisa sejajar kalau bumi-bulat berputar? berarti baitul makmur mutar-mutar di atas langit ikut bumi? Ini tidak masuk akal. Kalau bumi datar maka masuk akal jika sejajar”.
Pro bumi bulat membantah: “bisa jadi, ini hal ghaib yang tidak bisa masuk akal manusia, banyak hal ghaib yang tidak masuk akal kita sekarang, seperti di hari kiamat ada yang berjalan dengan wajahnya dalam Al-Quran. Orang dahulu tidak masuk akal jika ada yang bisa pergi ke tempat yang jauh dalam semalam saja, di zaman sekarang bisa saja dengan pesawat super cepat”.
3) Dalil bumi datar menurut pro bumi datar, surat Al Ghasyiyah ayat 20
Ayat yang menjelaskan bahwa bumi itu dihamparkan. Allah berfirman,
ﻭَﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻛَﻴْﻒَ ﺳُﻄِﺤَﺖْ
“ Dan (apakah manusia tidak mau memikirkan) bagaimana bumi itu dihamparkan? ” (Al-Ghasyiyah: 20).
Pro-datar berkata: “ini sangat jelas mengatakan bumi dihamparkan, menghamparkan permadani misalnya, tentu pada benda yang datar”.
Pro-bulat membantah: “silahkan lihat penjelasan ulama semisal syaikh Al-Utsaimin 8 dan fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah 9 yang menjelaskan bahwa bumi itu datar bagi pandangan manusia dari bumi, sedangkan bentuk sebenarnya adalah bulat-bola”.
4) Dalil bumi bulat menurut pro bumi bulat, klaim ijma’ dari Syaikhul Islam, Ibnu Hazm dan beberapa ulama lain.
Namun klaim ijma’ ini perlu dikritik karena adanya pendapat lain dari ulama terdahulu seperti Al Qurthuby dan penulis Tafsir Jalalain yang telah di sebutkan di atas.
Sebenarnya masih banyak lagi dalil-dalil lainnya yang menjadi pembahasan dua kubu dan kita cukupkan saja contohnya sebagaimana di atas.

TIDAK ADA DALIL YANG TEGAS MENYATAKAN BAHWA BUMI BULAT ATAU DATAR
Setelah kita melihat pendalilan dua kelompok yang berbeda pendapat, maka kita dapatkan dalam satu dalil yang sama, bisa mereka gunakan untuk mendukung pendapat mereka masing-masing yang bertentangan padahal dalilnya sama. Memang dalam Al-Quran dan Sunnah tidak didapatkan dalil yang tegas dan jelas mengenai hal ini yang menyebut dengan tegas “bumi bulat-bola” atau “bumi datar”.
Kita bisa lihat yang pro-bulat menggunakan penjelasan syaikh Al-‘Utsaimin mengatakan bahwa bumi itu bulat dengan dalil dan penjelasan oleh Syaikh. Akan tetapi di sisi lain, Syaikh Al-Ustaimin dan juga Syaikh Bin Baz berpendapat bahwa bumi adalah pusat tata surya dan tidak berputar sedangkan matahari yang mengelilingi bumi. Tentu ini bertentangan dengan sebagian orang yang pro bumi bulat, yang mereka menyakini bahwa bumi itu bulat dan mengelilingi matahari.
Tentunya Syaikh Al-‘Utsaimin dan Syaikh Bin Baz berpendapat bahwa matahari mengelilingi bumi dengan penjelasan dalil dalam Al-Quran dan Sunnah. Syaikh Utsaimin menjelaskan,
ﺃﻣﺎ ﺭﺃﻳﻨﺎ ﺣﻮﻝ ﺩﻭﺭﺍﻥ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺭﺽ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺤﺼﻞ ﺑﻪ ﺗﻌﺎﻗﺐ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻭﺍﻟﻨﻬﺎﺭ، ﻓﺈﻧﻨﺎ ﻣﺴﺘﻤﺴﻜﻮﻥ ﺑﻈﺎﻫﺮ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ ﻣﻦ ﺃﻥ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﺗﺪﻭﺭ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺭﺽ ﺩﻭﺭﺍﻧﺎ
“Pendapat kami, matahari yang mengelilingi bumi sehingga terjadi pergantian siang dan malam, kami berpegang teguh dengan dzahir Al-Quran dan Sunnah bahwa matahari itu yang benar-benar mengelilingi bumi” 10.
Syaikh Bin Baz juga menafikan bahwa bumi berputar (berarti matahari yang berputar mengelilingi agar terjadi siang dan malam), beliau berkata,
ﺃﻣﺎ ﺩﻭﺭﺍﻧﻬﺎ ﻓﻘﺪ ﺃﻧﻜﺮﺗﻪ ﻭﺑﻴَّﻨﺖُ ﺍﻷﺩﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﺑﻄﻼﻧﻪ
“Adapun perputaran bumi maka aku ingkari dan aku telah jelaskan dalil tidak benarnya (perputaran bumi)” 11 .
Dalil yang mereka gunakan untuk pernyataan “matahari mengelilingi bumi” juga banyak, salah satunya yang menurut mereka cukup jelas bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi, yaitu hadits riwayat Bukhari dan Muslim bahwa matahari bergerak di peredarannya dan tatkala sampai di bawah Arsy maka matahari bersujud.
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲْ ﺫَﺭٍّ ﺃَﻥَّ ﺍْﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﻗَﺎﻝَ ﻳَﻮْﻣًﺎ : ﺃَﺗَﺪْﺭُﻭْﻥَ ﺃَﻳْﻦَ ﺗَﺬْﻫَﺐُ ﻫَﺬِﻩِ ﺍْﻟﺸَّﻤْﺲُ؟ ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ : ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَ ﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ ﺃَﻋْﻠَﻢُ . ﻗَﺎﻝَ : ﺇِﻥَّ ﻫَﺬِﻩِ ﺗَﺠْﺮِﻱْ ﺣَﺘﻰَّ ﺗَﻨْﺘَﻬِﻲَ ﺇِﻟﻰَ ﻣُﺴْﺘَﻘَﺮِّﻫَﺎ ﺗَﺤْﺖَ ﺍْﻟﻌَﺮْﺵِ , ﻓَﺘَﺨِﺮَّ ﺳَﺎﺟِﺪَﺓً , ﻓَﻼَ ﺗَﺰَﺍﻝُ ﻛَﺬَﺍﻟِﻚَ ﺣَﺘﻰَّ ﻳُﻘَﺎﻝَ ﻟَﻬَﺎ : ﺍِﺭْﺗَﻔِﻌِﻲْ , ﺍِﺭْﺟِﻌِﻲْ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ ﺟِﺌْﺖِ ﻓَﺘَﺮْﺟِﻊُ , ﻓَﺘُﺼْﺒِﺢُ ﻃَﺎﻟِﻌَﺔً ﻣِﻦْ ﻣَﻄْﻠِﻌِﻬَﺎ , ﺛُﻢَّ ﺗَﺠْﺮِﻱْ ﻻَ ﻳَﺴْﺘَﻨْﻜِﺮُﻫَﺎ ﺍْﻟﻨَّﺎﺱُ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺣَﺘﻰَّ ﺗَﻨْﺘَﻬِﻲَ ﻋَﻠﻰَ ﻣُﺴْﺘَﻘَﺮِّﻫَﺎ ﺫَﻟِﻚَ ﺗَﺤْﺖَ ﺍْﻟﻌَﺮْﺵِ ﻓَﻴُﻘَﺎﻝُ ﻟَﻬَﺎ : ﺍِﺭْﺗَﻔِﻌِﻲْ , ﺃَﺻْﺒِﺤِﻲْ ﻃَﺎﻟِﻌَﺔً ﻣِﻦْ ﻣَﻐْﺮِﺑِﻚِ , ﻓَﺘُﺼْﺒِﺢُ ﻃَﺎﻟِﻌَﺔً ﻣِﻦْ ﻣَﻐْﺮِﺑِِﻬَﺎ . ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ : ﺃَﺗَﺪْﺭُﻭْﻥَ ﻣَﺘﻰَ ﺫَﺍﻛُﻢْ؟ ﺫَﺍﻙَ ﺣِﻴْﻦَ ‏( ﻻَ ﻳَﻨْﻔَﻊُ ﻧَﻔْﺴًﺎ ﺇِﻳْﻤَﺎﻧُﻬَﺎ ﻟَﻢْ ﺗَﻜُﻦْ ﺀَﺍﻣَﻨَﺖْ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞُ ﺃَﻭْ ﻛَﺴَﺒَﺖْ ﻓِﻲْ ﺇِﻳْﻤَﺎﻧِﻬَﺎ ﺧَﻴْﺮًﺍ ‏) ‏( ﺍﻷﻧﻌﺎﻡ : 158)
Dari Abu Dzar bahwa pada suatu hari Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Tahukah kalian ke manakah matahari ini pergi?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari ini berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian berjalan sedangkan manusia tidak menganggapnya aneh sedikitpun darinya sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dikatakan padanya: ‘Bangunlah, terbitlah dari arah barat’, maka dia pun terbit dari barat.” Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Tahukah kalian kapan hal itu terjadi? Hal itu terjadi ketika tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya” 12.
Akan tetapi yang mengatakan bahwa “bumi mengelilingi matahari” bisa membantah juga: matahari itu memang bergerak dan mengelilingi pusat tata surya. Mereka berpegangan pada fatwa ulama yaitu Syaikh Al-Albani yang menyatakan bahwa bumi itu berputar dan beliau pun membawakan dalil dan penjelasannya. Syaikh Al Albani berkata:
ﻧﺤﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻘﻴﻘﺔ ﻻ ﻧﺸﻚ ﻓﻲ ﺃﻥ ﻗﻀﻴﺔ ﺩﻭﺭﺍﻥ ﺍﻷﺭﺽ ﺣﻘﻴﻘﺔ ﻋﻠﻤﻴﺔ ﻻ ﺗﻘﺒﻞ ﺟﺪﻻ
“Kami sejatinya tidak ragu bahwa perputaran bumi merupakan fakta yang ilmiah dan tidak bisa dibantah” 13.
Demikianlah, kesimpulannya mengenai apakah bumi datar atau bulat-bola, maka tidak kita dapatkan dalil yang tegas menyebutkan “bumi itu bulat” atau “bumi itu datar”.
YANG BENAR ADALAH SESUAI DENGAN PENELITIAN DAN FAKTA ILMIAH ILMU DUNIA
Apakah bumi datar atau bulat maka kita kembalikan lagi kepada penelitian dan fakta ilmiah. Hal ini dicerminkan dari sikap Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani di mana beliau menggabungkan kedua ilmu yaitu fakta ilmu dunia (yang menurut beliau benar) dan “yang tersirat” dalam Al-Quran dan Sunnah.
Simak tanya jawab beliau dan kehati-hatian beliau dalam berfatwa,
ﺳﺆﺍﻝ ﻣﻦ ﻣﺴﻠﻢ ﺑﺮﻳﻄﺎﻧﻲ / ﻫﻞ ﻓﻲ ﺭﺃﻳﻜﻢ ﺃﻥ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ ﻛﺮﻭﻱ ﺃﻭ ﻣﺴﺘﻘﻴﻢ ؟
ﺝ ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ ﺟﻐﺮﺍﻓﻲ ﻭﺇﻻ ﺩﻳﻨﻲ ؟
ﺱ / ﻛﻼﻫﻤﺎ
ﺝ ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﻛﺮﻭﻱ
ﺱ / ﻫﻞ ﺃﺧﻄﺄ ﺍﺑﻦ ﺑﺎﺯ ﺣﻴﻨﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺍﻧﻬﺎ ﻣﺴﺘﻘﻴﻤﺔ
ﺝ ﺍﻟﺸﻴﺦ / ﻣﺴﺘﻘﻴﻤﺔ ﺃﻭ ﻣﺴﻄﺤﺔ ؟
ﺱ / ﻣﺴﻄﺤﺔ
ﺝ ﺍﻟﺸﻴﺦ / ﻟﻴﺖ ﺃﻥ ﺍﻟﺨﻄﺄ ﻭﻗﻒ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﺴﺄﻟﺔ ﺍﻟﺠﻐﺮﺍﻓﻴﺔ
Pertanyaan untuk syaikh Al-Albani dari seorang muslim di Inggris:
Penyana: Apa pendapatmu, apakah bumi itu bulat atau datar?
Syaikh: Apakah ini pertanyaan geografi atau pertanyaan agama?
Penyanya: Keduanya
Syaikh: Bumi itu bulat-bola
Penanya: Jika demikian syaikh Bin Baz salah mengatakan bumi lurus (ingat ada klarifikasi bahwa syaikh Bin Baz mengatakan bumi itu bulat, pent)
Syaikh: Lurus atau datar?
Penanya: Datar
Syaikh: Saya berharap itu adalah kesalahan geografi (Syaikh Al-Albani yakin Syaikh bin Baz cerdas masalah agama sehingga, sehingga beliau berharap Syaikh bin Baz menjawab dengan pengetahuan beliau dari ilmu geografi, pent)14 .
Dari tanya jawab ini kita dapat dua pelajaran penting:
Pertama: Syaikh Al-Albani sangat hati-hati berfatwa sehingga beliau bertanya apakah bumi bulat atau datar tersebut, apakah ditinjau dari segi ilmu agama atau ilmu geografi dan penanya menjawab “keduanya”. Maka syaikh Al-Albani menjawab bahwa bumi itu bulat, karena ditinjau dari ilmu geografi beliau bahwa bumi itu bulat, sedangkan dari ilmu agama, beliau lebih condong dengan dalil yang tersirat (bukan dalil tegas), karena tidak ada dalil yang tegas bahwa bumi itu bulat
Beliau menjelaskan setelah tanya jawab tadi bahwa tidak ada dalil tegasnya, beliau berkata,
ﻟﻴﺲ ﻫﻨﺎﻙ ﻧﺺ ﻗﺎﻃﻊ ﻳﺆﻳﺪ ﺃﺣﺪ ﺍﻟﻮﺟﻬﻴﻦ ﺍﻟﻤﺨﺘﻠﻔﻴﻦ … ﺑﻌﺾ ﺍﻵﻳﺎﺕ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺘﻌﻠﻖ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﻤﻮﺿﻮﻉ ﻳﻤﻜﻦ ﺃﻥ ﻳﻔﻬﻢ ﻣﻨﻬﺎ ﺛﺒﺎﺕ ﺍﻷﺭﺽ ﻭﺳﻄﺤﻴﺘﻬﺎ ، ﻭﺍﻟﺒﻌﺾ ﺍﻵﺧﺮ ﻳﻤﻜﻦ ﺃﻥ ﻳﻔﻬﻢ ﻣﻨﻬﺎ ﺣﺮﻛﺘﻬﺎ ﻭﺩﻭﺭﺍﻧﻬﺎ
“Tidak ada dalil tegas yang mendukung dua pendapat yang berbeda ini… sebagian ayat Al-Quran yang berkaitan dengan hal ini bisa jadi dipahami bahwa bumi itu tetap dan datar dan sebagian ayat lainnya bisa saja dipahami bumi bergerak dan berputar.”
Bahkan beliau menegaskan selanjutnya, permasalahan bumi itu bulat atau datar bukanlah permasalahan aqidah, beliau berkata
ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻗﻠﻨﺎ ﺃﻥ ﻫﺬﻩ ﻟﻴﺴﺖ ﻣﺴﺄﻟﺔ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩﻳﺔ
“Karenanya kami katakan bawa masalah ini bukanlah masalah i’tiqadiyah” 15 .
Tentunya jika memang masalah aqidah tentu sudah dibahas dan menjadi penekanan utama oleh banyak ulama dalam berbagai kitab mereka.
Kedua: Lihat sikap Syaikh Al-Albani yang bersebrangan dengan Syaikh Bin Baz, beliau sangat berharap Syaikh Bin Baz hanya salah dalam ilmu geografi saja dan ini wajar karena Syaikh Bin Baz bukan ahli geografi dan hanya ikut saja dari apa info yang sampai ke beliau.
Patut direnungi oleh sebagian kecil saudara kita muslim yang mungkin saling berdebat apakah bumi itu bulat atau datar sampai tahap mencela, menyindir dan sampai bermusuhan dalam masalah ini, padahal mereka bersaudara dalam Islam dan yang lebih penting hal ini bukanlah permasalahan aqidah.
KESIMPULAN DARI TULISAN KAMI:
1. Tidak ada dalil yang tegas dalam Al-Quran dan Sunnah yang menyatakan bahawa bumi itu bulat atau datar, sedangkan klaim ijma yang ada perlu dipertanyakan validitasnya, karena diketahui ternyata ada beberapa ulama yang menyelisihi klaim ijma’ tersebut
2. Permasalahan apakah bumi bulan atau datar bukanlah permasalahan aqidah.
3. Jika memang bukan permasalahan aqidah terutama, tidak layak bagi kaum muslimin berpecah belah dalam hal ini, saling mencela, menyindir dan bermusuhan dalam rangka mendukung pendapatnya.
4. Karena bukan masalah aqidah maka tidak bisa menyebabkan seseorang menjadi kafir hanya karena keyakinan apakah bumi bulat atau datar. Karenanya syaikh Bin Baz ketika mengingkari bumi berputar (beliau berpendapat bumi diam), tetapi beliau tidak mengkafirkan yang mengatakan bumi berputar, beliau berkata,
ﻭﻟﻜﻨﻲ ﻟﻢ ﺃﻛﻔِّﺮ ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺑﻪ
“Akan tetapi aku tidak mengkafirkan mereka yang mengatakan demikian” 16.
5. Apakah bumi itu bulat atau datar maka dikembalikan kepada penelitian dan fakta ilmiah dan tentunya oleh para ahlinya dalam masalah ini. Allah berfirman,
ﻓَﺎﺳْﺄَﻟُﻮﺍ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮِ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﻟَﺎ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ
“ Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai ilmu jika kamu tidak mengetahui ” (An-Nahl:43).
6. Dalil Al-Quran dan Sunnah yang sudah pasti dan tegas (dalil qath’i) tidak akan bertentangan dengan fakta ilmiah dan akal manusia yang sehat. Sebagaimana dijelaskan bahwa tidak ada dalil tegas apakah bumi itu bulat atau datar. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan,
ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺎﻡ ﻋﻠﻴﻪ ﺩﻟﻴﻞ ﻗﻄﻌﻲ ﺳﻤﻌﻲ ﻳﻤﺘﻨﻊ ﺃﻥ ﻳﻌﺎﺭﺿﻪ ﻗﻄﻌﻲ ﻋﻘﻠﻲ
“Semua yang telah ada dalil pasti/qath’i maka tidak bertentangan dengan akal yang sehat” 17.
7. Yang lebih penting adalah dari “bumi datar atau bulat” adalah kita hidup di atas bumi, akan meninggalkan bumi menuju kampung akhirat yang kekal serta bagaimana agar bumi sebagai tempat mencari bekal untuk pulang ke kampung akhirat yaitu bekal iman, takwa, amal kebaikan yang bermanfaat bagi manusia dan makhluk di muka bumi.
Demikian pemabahasan ini, semoga bermanfaat bagi kita.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

8 Responses to "Hoax atau fakta !! BUMI DATAR"

> KOMENTAR SPAM & LINK AKTIF TIDAK AKAN DITAMPILKAN

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel